TEHNIK MENYUSUN MATERI PENYULUHAN AGAMA ISLAM[1]
Oleh : H. Akhmad Su’aidi, SPd
Kepala Penyuluhan dan Lembaga Dakwah
Bidang Penamas Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah
![]() |
| Lokasi Binaan Penyuluh Agama Islam Banyumas |
A. LATAR BELAKANG
Dalam
satu dasawarsa ini, perkembangan arus komunikasi dan teknologi demikian pesat,
sehingga dampaknya pun sangat cepat mempengaruhi
sendi-sendi kehidupan kita. Dalam situasi seperti ini, peningkatan dan peranan
penyuluh agama sangat penting karena problematika dan tantangan yang dihadapi
umat Islam semakin komplek, baik yang bersifat lokal, regional maupun global.
Bila
dilihat gejala nampak di masyarakat, sangat jelas peran penyuluh agama belum
menonjol ditengah maraknya dan semakin membudayanya tabligh dan diskusi oleh
beberapa lembaga-lembaga dakwah dan majlis-majlis ta’lim yang tumbuh subur di
negeri ini, baik yang dilakukan kelompok transnasional[2] maupun
kelompok nation state[3],
bahkan kelompok ultranation state.[4] Lembaga-lembaga
dakwah ini selain berfungsi sebagai forum keagamaan, juga berkembang sebagai
media komunikasi yang mampu memotivasi jamaahnya dan umat untuk menjawab
tantangan perkembangan yang menyangkut penegakan hak asazi manusia, supremasi
hukum, pemerataan ekonomi, dan keadilan.
Oleh
karena itu penyuluh agama dituntut untuk mengikuti perkembangan masyarakat yang
semakin pesat sebagai akibat kemajuan iptek, khususnya teknologi komunikasi dan
pengaruh global, sehingga penyuluh harus mampu menyesuaikan dengan tuntutan
zaman yang harus dikelola dengan baik, lebih-lebih sasarannyapun saat ini
semakin berkembang dan beban tugasnyapun semakin berat serta komplek. Untuk
tuntutan itulah, Penyuluh Agama harus mampu mengemas dan menyajikan materi
yang mampu memenuhi kebutuhan umat dan harus mampu pula mengolah serta
menyampaikan progam-progam pemerintah dengan bahasa agama dan menjadi jembatan
bagi lembaga-lembaga dakwah yang berkembang di masyarakat.
Semakin
banyaknya persoalan yang dihadapi masyarakat, semakin banyak pula para Penyuluh
Agama dituntut terus aktif dalam mempersiapkan dirinya agar ajaran Islam
benar-benar dirasakan oleh umat sebagai ajaran yang universal dan rahmatan lil
‘alamin.
B. PENGERTIAN DAN TUJUAN
PENYUSUNAN MATERI
A.
Pengertian
Menurut pengertian bahasa, materi berarti
segala sesuatu yang tampak. Dalam pengertian yang lebih luas materi sering
diartikan sesuatu yang menjadi bahan untuk diujikan, dipikirkan, dibicarakan,
dikarangkan, atau disampaikan.
B.
Tujuan
Tujuan penyusunan materi penyuluhan agama Islam untuk memberikan
arah tentang gerak langkah penyuluhan dalam ruang lingkup tugas Bidang
Pendidikan Agama Islam pada Masyarakat Pemberdayaan Masjid, dengan visi dan
misi sebagai berikut :
Visi :
Terwujudnya tatanan
masyarakat Indonesia yang agamis, bertaqwa, cerdas, terampil, sehat, jasmani
rohani, sadar lingkungan, toleran, bertanggung jawab terhadap agama, nusa dan
bangsa.
Misi :
a.
Menjadikan Agama Islam pada masyarakat yang terinntegrasi denga
program Pendidikan Agama untuk semua (PAus)
b.
Menciptakan kondisi yang kondusif bagi terwujudnya masyarakat
belajar agama dengan masjid sebagai sentrum dari simpul-simpul jaringan
kegiatan masyarakat belajar dan pelayanan kepada masyarakat.
C.
METODE PENYULUHAN AGAMA
Dalam rangka pencapaian tujuan penyuluhan agama oleh para
Penyuluh Agama, maka setiap kegiatan perlu diarahkan pada dua konsep dasar
sebagai berikut :
1.
Billisan al Hal
Maksudnya adalah
penyampaian ajaran Islam dengan menggunakan keteladanan budi pekerti yang
luhur, sehingga seorang Penyuluh Agama akan menjadi pola anutan dalam bersikap,
bertindak dan bertingkah laku. Dengan demikian setiap Penyuluh Agama dituntut
berpenampilan yang mencerminkan nilai-nilai ajaran Islam, sehingga akan menjadi
referensi kehidupan masyarakat sekeliling yang mengitarinya.
2.
Billisan al Mawal
Maksudnya adalah
proses penyuluhan dengan menggunakan pernyataan-pernyataan lisan dalam bentuk ceramah,
Tanya jawab, diskusi, konsultasi, atau yag ditekankan dalam bnetuk lahitan,
demontrasi, penugasan dan dapat berupa bercerita dari hasil observasi dan
semacamnya serta pernyataan-pernyataan tertulis, yang semua itu merupakan
bentuk metode penyuluhan.
Kedua konsep tersebut diterapkan bersama-sama dalam mencapai
tujuan dan sebagai suatu proses yang diharapkan menghasilkan efek (dampak)
dalam berfikir, bersikap dan berperilaku.
D.
TEHNIK PENYUSUNAN MATERI PENYULUHAN
1.
Perencanaan
Agar penyuluhan dapat berjalan dengan efektif, diperlukan
perencanaan yang matang. Rencana adalah berbagai keputusan yang disusun secara
tertulis dengan sistematis untuk dilaksanakan dalam kegiatan-kegiatan untuk
tercapainya tujuan yang ditentukan. Rencana yang baik akan memberi 80% andil
untuk keberhasilan. Hal ini berarti bahwa rencana amat penting artinya bagi
suatu organisasi, lembaga pemerintahan ataupun swasta. Setidaknya ada 3 (tiga)
fungsi rencana. Pertama, berfungsi sebagai pedoman berjalannya
organisasi atau lembaga. Kedua, sebagai alat pengendali organisasi tersebut.
Ketiga, sebagai alat evaluasi berhasil tidaknya organisasi. Organisasi, lembaga
atau bahkan instansi sulit dikatakan berhasil atau setidaknya jika tanpa
rencana yang jelas.
Dalam himpunan peraturan tentang Jabatan Fungsional Penyuluh
Agama dan Angka Kreditnya, penyuluh harus menyusun rencana kerja, baik rencana
lima tahunan, rencana tahunan, dan rencana operasional. Setiap bentuk rencana
tahunan dan rencana operasional jelas tidak boleh menyimpang dari koridor ke
arah tujuan jangka panjang (5 tahunan) tadi.
2. Pemilihan Materi
Setelah perencanan dibuat, apapun materi penyuluhan yang
disampaikan oleh seorang penyuluh, pertama-tama harus diingat bahwa materi
tersebut harus senantiasa mengacu kepada kebutuhan yang telah dirasakan oleh
jamaah. Tetapi didalam prakteknya seringkali penyuluh menghadapi kesulitan
untuk memilih dan menyajikan materi yang benar-benar dibutuhkan oleh jamaah.
Hal ini disebabkan oleh karena keragaman sasaran yang dihadapi, sehingga
menuntut keragaman kebutuhan yang berbeda atau keragaman materi yang harus disampaikan
pada saat yang sama. Kesulitan lain juga dapat muncul manakala pemahaman
tentang sasaran dan waktu menjadi pembatas.
Sehubungan dengan hal tersebut, agar setiap penyuluh mampu
membeda-bedakan ragam materi penyuluhan yang ingin disampaikan pada setiap
kegiatannya ke dalam :
a.
Materi Pokok (Vital)
Materi pokok merupakan materi yang benar-benar dibutuhkan dan
harus diketahui oleh sasaran utamanya. Materi pokok sedikitnya mencakup 50
persen dari seluruh materi yang disampaikan.
b.
Materi Penting (Important)
Materi penting berisi dasar pemahaman tentang segala sesuatu
yang berkaitan dengan kebutuhan yang dirasakan oleh sasarannya. Materi ini
diberikan sekitar 30 persen dari seluruh materi yang disampaikan.
c.
Materi Penunjang (Helpful)
Materi penunjang masih berkaitan dengan kebutuhan yang dirasakan
yang sebaiknya diketahui oleh sasaran untuk memperluas cakrawala pemahamannya
tentang kebutuhan yang dirasakannya itu. Materi ini maksimal 20 persen dari
seluruh materi yang disampaikan.
d.
Materi Mubazir (Super flous)
Materi ini sebenarnya tidak perlu dan tidak ada gayutannya
dengan kebutuhan yang dirasakan oleh sasaran. Karena itu dalam setiap kegiatan
penyuluhan sebaiknya justru dihindari penyampaian materi seperti ini.
3.
Penyusunan Materi
Dalam penyuluhan agama sebagaimana yang tercantum dalam Himpunan
Peraturan tentang Jabatan Fungsional Penyuluh Agama dan Angka Kreditnya, bahwa
penyusunan materi memerlukan beberapa tahapan, yaitu menyusun desain materi,
menyusun konsep materi, mendiskusikan konsep materi dan merumuskan materi. Apa
perbedaan desain materi dan konsep materi?
a.
Desain Materi
Adalah gambaran dari materi yang dipilih untuk
disampaikan kepada jamaah yang tersusun dalam sebuah lembar tertulis yang
berupa Lembar Persiapan Penyuluh. Penyusunan desain dimaksudkan untuk
memudahkan Penyuluh menyampaikan materi penyuluhannya, karena
didalamnya dicantumkan hal-hal yang akan digunakan dan disampaikan
kepada sasaran terkait dengan materi penyuluhan. Contoh format desain terlampir
:
b.
Konsep Materi
Selain desain perlu juga disiapkan ringkasan dari materi yang
dapat dituangkan kedalam konsep yang kadang disebut degan “sinopsis”. Sinopsis
berasal dari kata synopical yang artinya ringkas. Berdasarkan
asal kata tersebut, sinopsis diartikan: ringkasan suatu materi tulisan yang
panjang dan sinopsis itu sendiri ditulis dalam bentuk narasi. Contoh format
konsep terlampir.
Sinopsis terdiri dari
dua versi, yaitu :
1.
Sinopsis yang ditulis untuk meringkaskarya/buku/kitab yang
sudah ada atau sudah ditulis secara lengkap
2.
Sinopsis yang ditulis untuk persiapan menulis suatu gagasan yang
akan dituangkan dalam bentuk fiksi maupun non-fiksi.
Langkah-langkah
membuat sinopsis karya/buku/kitab yang sudah ada adalah:
a. Membaca materi dengan
seksama dan penuh konsentrasi;
b. Menyediakan waktu
khusus untuk membaca;
c. Membaca dalam kondisi
rileks – tanpa tekanan;
d. Pahami materi;
Sedangkan
langkah-langkah membuat snopsis untuk menyampaikan ide atau gagasan,adalah
:
a.
Pemetaan materi yang akan disampaikan: siapa sasarannya?;
b.
Sinopsis yang telah ditulis perlu disertai lembar-lembar
presentasi detail gagasan sebagai pendukungnya;
c.
Siap menerima kritikan dan melakukan revisi (apabila dianggap
perlu) bahkan mungkin merombak (re-writing);\
d.
Siap mempresentasikan sinopsis.
Perlu
diperhatikan bahwa, konsep materi bukan hanya berupa tulisan naskah, tapi dapat
pula berupa leaflet, booklet maupun slide, bahkan dapat berupa rekaman CD baik
audio maupun visual, yang nantinya akan dikembangkan lebih jauh melalui media
elektronik atau internet.
Setelah
desain dan konsep materi tersaji, maka segera didiskusikan dalam pertemuan
penyuluh sehingga mencapai tahap perumusan materi penyuluhan. Semua bentuk
desain, konsep, dan diskusi serta perumusan materi dapat dijadikan sebagai
sumber nilai angka kredit.
(Contoh Format)
DESAIN MATERI
(Lembar Persiapan Penyuluhan)
Judul :
…………………………………………………………………
Tujuan :
…………………………………………………………………
Metode :
…………………………………………………………………
Media :
…………………………………………………………………
Waktu :
…………………………………………………………………
Alat Bantu :
…………………………………………………………………
|
Pokok Kegiatan
|
Uraian Kegiatan
|
Waktu
|
Keterangan
|
|
Pendahuluan
|
|||
|
Isi / Materi
|
|||
|
Pengakhiran
|
Tempat
dan Tanggal Penyusunan Desain
Penyuluh,
Nama
dan Tanda tangan
(Contoh Format)
KONSEP
MATERI / SINOPSIS
Judul Materi :
…………………………………………………….
Bagian awal
--------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bagian utama
-----------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bagian akhir
-------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tempat
dan Tanggal Penyusunan Konsep
Penyuluh,
Nama
dan Tanda tangan
[1] Disampaikan pada kegiatan “Orientasi Penyusunan Materi Penyuluh”
di Hotel Pandanaran Semarang pada tanggal 6-8 April 2011.
[2] Adalah kelompok yang tidak mengusung nasionalisme, tetapi
lebih bertumpu pada konsep umat secara internasional. Lebih bercoral
skripturalis dan fundamentalis serta secara parsial mengadaptasi gagasan dan
instrument modern. Contoh : Hizbut Tahrir, Salafy Dakwah, Salafy Sururi, Jamaah
Tabligh, Ikhwanul Muslimin, Syiah dan Jihadi/Mujahidin.
[3] Adalah kelompok yang lahir dan tumbuh di Indonesia,
bertumpu dalam bingkai nasional dan masih menerima kultur masyarakat dalam
format dakwahnya. Contoh : NU, MUhammadirah, Persis dll.
[4] Adalah kelompok yang lahir di Indonesia dan berkembang,
selain di negeri ini juga menyebar ke luar negeri, yang memiliki konsep
keummatan, meminimalisir nasionalisme dan kultur dalam sendi kehidupan
pengikutnya. Contoh: Jamaatul Muslimin Hizbullah, LDII, MTA, NII, Daarut Tauhid
dll.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar